Skip to main content

Kepadatan Penduduk Ekonomi



KOMPAS.com - Kepadatan penduduk ekonomi adalah perbandingan antara jumlah penduduk suatu wilayah dengan kemampuan sektor ekonominya. Dikutip dari Dinamika Kependudukan (2019), perhitungan kepadatan penduduk ekonomi tidak hanya berdasarkan sektor pertanian seperti kepadatan penduduk agraris dan fisiografis. Kepadatan penduduk ekonomi juga memperhitungkan sektor industri dan sektor perdagangan Kepadatan penduduk ekonomi juga dipengaruhi kesuburan tanah, tingkat intensitas dalam bertani, jarak dengan kota industri makmur, serta tingka kebutuhan sosial penduduk. Berdasarkan hasil perhitungan kepadatan penduduk, tiap-tiap daerah dapat digolongkan menjadi tiga jenis yakni:


Kelebihan Penduduk


Kelebihan penduduk atau over population adaalah kondisi penduduk berlebih. Kondisi ini mengakibatkan penduduk kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan.


Kekurangan Penduduk

Kekurangan penduduk atau under population adalah keadaan suatu daerah dengan penduduk yang terlalu sedikit. Akibatnya, potensi sumber daya alam yang melimpah tak bisa dimanfaatkan dengan optimal.


Penduduk Optimum

Penduduk optimum, tercapai ketika suatu wilayah memiliki jumlah penduduk yang cukup. Dengan kondisi ini, penduduk dapat menghasilkan produksi secara maksimal. Sumber daya yang tersedia cukup bagi semua.



Solusi terbaik untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk ekonomi adalah sebagai berikut:

  1. Desentralisasi, yaitu pembangunan yang tidak hanya memusat di kota, namun menyebar ke daerah-daerah.
  2. Modernisasi Desa, yaitu pengembangan program pembangunan daerah dengan berbagai kegiatan.
  3. Meningkatkan hasil-hasil pertanian melalui intensifikasi pertanian ataupun ekstensifikasi pertanian.
  4. Meningkatkan sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi antardaerah.
  5. Meningkatkan kegiatan sentra industri kecil dan sedang di pedesaan.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis dari masalah yang terjadi dengan Agama dan Masyarakat

 Polisi ini marahi ketua FPI Sragen yang ingin sweeping Atribut natal di swalayan Mitra Sragen Analisis Video berdurasi 6 menit itu menjelaskan bahwa aksi itu dilakukan karena FPI hanya ingin memastikan bahwa di dalam tempat itu tidak ada orang yang beragama islam memakai atribut Nasrani. Aksi itu dihadang oleh para aparat yang menerima laporan terkait aksi tersebut. Ketua FPI sragen itu mengucapkan kata ( kita hanya memastikan bahwa saudara saya tidak memakai atribut tersebut ). Solusi Menurut saya kita ini NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ), jadi kita tidak mungkin untuk memaksakan kehendak orang lain, dan tentunya kita harus menghormati satu sama lain, karena Indonesia menganut berbagai macam agama dan tentunya tidak hanya satu atau dua macam agama saja, tetapi memang mayoritas agama di Indonesia adalah agama islam, tetapi kita tidak boleh melakukan aksi tersebut. Link video tersebut : https://www.youtube.com/watch?v=EEu8ZHPBDcY Link Blog : https://muhammadzuhdigunadarm...

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar ( Pertentangan Sosial & Integrasi Sosial )

 Rangkuman Pertentangan Sosial Konflik kerap hadir di kehidupan sehari-hari kita, entah antar perorangan, anggota keluarga maupun masyarakat. Istilah “konflik” secara etimologis berasal dari bahasa Latin “con” yang berarti bersama dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Konflik artinya percekcokan, perselisihan dan pertentangan. Sedangkan konflik sosial yaitu pertentangan antar anggota atau masyarakat yang bersifat menyeluruh di kehidupan. Konflik yaitu proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memperhatikan norma dan nilai yang berlaku. Pengertian konflik menurut para ahli :  Stoner : konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yang langka atau perselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. Daniel Webster : mendefinisikan konflik sebagai persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain dan keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001). Penyebab...

Analisis dari masalah pertentangan sosial

 Dalam dua bulan terakhir sudah terjadi tiga konflik social yang menelan 15 korban jiwa, ratusan rumah terbakar, dan ribuan warga lainnya mengungsi. Dua diantaranya berlokasi di Lampung dan satu sisanya terjadi di Bireun, Aceh. Tidak menutup kemungkinan konflik-konflik di tempat lain bahkan di tempat yang sama pun akan terjadi Kembali. Terlebih mengingat perangkat hukum tentang konflik social hanyalah UU No. 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial (PKS), yang sesuai Namanya, masih terfokus pada penanganan konflik dan bukan pada pencegahan konflik. Link Video : http://www.politik.lipi.go.id/in/kolom/politik-nasional/757-urgensi-sistem-pencegahan-konflik-sosial-di-indonesia.html