Skip to main content

400 Ahli Budaya Petakan Masalah Kebudayaan

 




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang Kongres Kebudayaan Indonesia 2019, Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar forum pertemuan dengan 400 ahli dan pelaku budaya. Pertemuan itu bertujuan untuk mendiskusikan dan memetakan masalah-masalah kebudayaan dan rekomendasi penyelesaiannya. Forum ini termasuk dalam agenda pra kongres kebudayaan yang diselenggarakan selama tiga hari 4 hingga 6 November 2019 di Hotel Sultan Jakarta.

"Kegiatan itu sebagai upaya menggali masukan untuk melengkapi rekomendasi-rekomendasi teritorial yang telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten/Kota dan Provinsi menuju penyusunan Strategi Kebudayaan," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid dalam keterangan tertulis, Senin (5/11).

Dia menjelaskan, pelibatan para ahli dan pelaku budaya ini didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan dari individu-individu terkait bidang-bidang dalam ekosistem kebudayaan. Sehingga diharapkan pemetaan yang dilakukan bisa efektif dan tepat sasaran.

"Mudah-mudahan juga bisa memperkaya masukan bagi perumusan strategi Kebudayaan," ujar Hilmar.

Menurut dia, ruang bahasan dalam forum ini terbagi ke dalam 11 kelompok, yaitu infrastruktur dan kelembagaan seni, seni pertunjukan, seni pertunjukan musik, manuskrip dan sastra sampai ke pemanfaatan, masyarakat adat dan kepercayaan, data kebudayaan, kajian dan pendidikan tinggi, diaspora budaya, musyawarah guru mata pelajaran; keberpihakan khusus, budaya dan lingkungan hidup.

Perumusan rekomendasi yang dijadwalkan selesai pada Senin malam, 5 November 2019 akan diserahkan peserta kepada Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK (Nyoman Shuida) dan Dirjen Kebudayaan. Hasilnya kemudian diteruskan kepada Tim Penyusun Strategi Kebudayaan.


Berikut adalah solusi untuk menangani masalah kebudayaan di indonesia:

  1. Melestarikan budaya dengan cara mewariskannya kepada generasi-generasi muda.
  2. Menjaga persatuan dan menghormati satu sama lain.
  3. Mempelajari budaya daerah lain agar kebudayaan indonesia dapat berkembang dan terjaga

Comments

Popular posts from this blog

Analisis dari masalah yang terjadi dengan Agama dan Masyarakat

 Polisi ini marahi ketua FPI Sragen yang ingin sweeping Atribut natal di swalayan Mitra Sragen Analisis Video berdurasi 6 menit itu menjelaskan bahwa aksi itu dilakukan karena FPI hanya ingin memastikan bahwa di dalam tempat itu tidak ada orang yang beragama islam memakai atribut Nasrani. Aksi itu dihadang oleh para aparat yang menerima laporan terkait aksi tersebut. Ketua FPI sragen itu mengucapkan kata ( kita hanya memastikan bahwa saudara saya tidak memakai atribut tersebut ). Solusi Menurut saya kita ini NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ), jadi kita tidak mungkin untuk memaksakan kehendak orang lain, dan tentunya kita harus menghormati satu sama lain, karena Indonesia menganut berbagai macam agama dan tentunya tidak hanya satu atau dua macam agama saja, tetapi memang mayoritas agama di Indonesia adalah agama islam, tetapi kita tidak boleh melakukan aksi tersebut. Link video tersebut : https://www.youtube.com/watch?v=EEu8ZHPBDcY Link Blog : https://muhammadzuhdigunadarm...

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar ( Pertentangan Sosial & Integrasi Sosial )

 Rangkuman Pertentangan Sosial Konflik kerap hadir di kehidupan sehari-hari kita, entah antar perorangan, anggota keluarga maupun masyarakat. Istilah “konflik” secara etimologis berasal dari bahasa Latin “con” yang berarti bersama dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Konflik artinya percekcokan, perselisihan dan pertentangan. Sedangkan konflik sosial yaitu pertentangan antar anggota atau masyarakat yang bersifat menyeluruh di kehidupan. Konflik yaitu proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memperhatikan norma dan nilai yang berlaku. Pengertian konflik menurut para ahli :  Stoner : konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yang langka atau perselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. Daniel Webster : mendefinisikan konflik sebagai persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain dan keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001). Penyebab...

Kesamaan Derajat

  Opini :  Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembinaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP menilai penting untuk menyelenggarakan Hari Ibu yang mendorong kaum wanita untuk terlibat di dalam proses pembangunan. Peringatan Hari Ibu di Indonesia diselenggarakan setiap 22 Desember. Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu merujuk pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928, atau selang beberapa pekan usai Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Dukungan kepada kaum wanita ini selaras dengan Sila Kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini mengakui persamaan derajat, kesetaraan hak dan kwajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin, suku, keturunan, agama, kepercayaan, warna kulit, dan status sosial. Solusi :  1.) Bersikap dan bertindak bijak terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain. 2.) Bersikap dan be...