Opini :
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembinaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP menilai penting untuk menyelenggarakan Hari Ibu yang mendorong kaum wanita untuk terlibat di dalam proses pembangunan. Peringatan Hari Ibu di Indonesia diselenggarakan setiap 22 Desember. Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu merujuk pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928, atau selang beberapa pekan usai Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
Dukungan kepada kaum wanita ini selaras dengan Sila Kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini mengakui persamaan derajat, kesetaraan hak dan kwajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin, suku, keturunan, agama, kepercayaan, warna kulit, dan status sosial.
Solusi :
1.) Bersikap dan bertindak bijak terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain.
2.) Bersikap dan bertindak bijak terhadap diri sendiri dengan mensyukuri kelebihan yang kita miliki, memanfaatkan kelebihan diri dengan rendah hati di jalan kebaikan dan kebenaran.
3.) Melunakkan hati dan memaafkan, untuk melakukan kedua hal ini diperlukan kesabaran dan ketulusan.
Link Artikel : https://www.tribunnews.com/nasional/2019/12/22/megawati-setiap-warga-negara-laki-dan-perempuan-punya-hak-yang-sama

Comments
Post a Comment