Skip to main content

Pelapisan Sosial

 


Opini : 

Stratifikasi social yang berkembang dalam masyarakat, sebenarnya bermula dari gagasan Marx mengenai determinasi kelas. Bagi Marx, masyarakat secara umum terbagi ke dalam dua kelas, yakni kelas buruh dan kelas borjuis (kapitalis).

Artinya, manusia di dalam memecahkan berbagai permasalahan hidupnya seakan hanya bisa ditempuh melalui wawasan mekanis dan rasionalisme. Sementara hal-hal yang bersifat irasional, metafisik, tradisional, dan yg sejenisnya dianggap tidak bermakna apa-apa. Ilmu pengetahuan social dianggap sebagai mahkota dari apa yang disebutnya kebenaran ideal.


Solusi : 

1.) Dengan cara Produktif, Antara lain :     A.) Withdrawal, Menunggu sambil berusaha memahami                                                                                                        situasi.
                                                                     B.) Assertif, Berusaha mengatasi secara tegas dan dengan                                                                                               cara yang baik.
                                                                     C.) Adjusting, Berusaha menyesuaikan diri dengan pihak                                                                                                  lain.

2.) Dengan cara tidak Produktif, Antara lain :    A.) Avoidance, Menghindar dari konflik.
                                                                             B.) Force, Menggunakan kekuatan fisik, ancaman,                                                                                                       terror, dan paksaan.
                                                                             C.) Mengabaikan adanya konflik.



Link Artikel : https://www.balipost.com/news/2019/12/03/93957/Stratifikasi-Sosial-Merambah-Dunia-Akademik.html

Comments

Popular posts from this blog

Analisis dari masalah yang terjadi dengan Agama dan Masyarakat

 Polisi ini marahi ketua FPI Sragen yang ingin sweeping Atribut natal di swalayan Mitra Sragen Analisis Video berdurasi 6 menit itu menjelaskan bahwa aksi itu dilakukan karena FPI hanya ingin memastikan bahwa di dalam tempat itu tidak ada orang yang beragama islam memakai atribut Nasrani. Aksi itu dihadang oleh para aparat yang menerima laporan terkait aksi tersebut. Ketua FPI sragen itu mengucapkan kata ( kita hanya memastikan bahwa saudara saya tidak memakai atribut tersebut ). Solusi Menurut saya kita ini NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ), jadi kita tidak mungkin untuk memaksakan kehendak orang lain, dan tentunya kita harus menghormati satu sama lain, karena Indonesia menganut berbagai macam agama dan tentunya tidak hanya satu atau dua macam agama saja, tetapi memang mayoritas agama di Indonesia adalah agama islam, tetapi kita tidak boleh melakukan aksi tersebut. Link video tersebut : https://www.youtube.com/watch?v=EEu8ZHPBDcY Link Blog : https://muhammadzuhdigunadarm...

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar ( Pertentangan Sosial & Integrasi Sosial )

 Rangkuman Pertentangan Sosial Konflik kerap hadir di kehidupan sehari-hari kita, entah antar perorangan, anggota keluarga maupun masyarakat. Istilah “konflik” secara etimologis berasal dari bahasa Latin “con” yang berarti bersama dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Konflik artinya percekcokan, perselisihan dan pertentangan. Sedangkan konflik sosial yaitu pertentangan antar anggota atau masyarakat yang bersifat menyeluruh di kehidupan. Konflik yaitu proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memperhatikan norma dan nilai yang berlaku. Pengertian konflik menurut para ahli :  Stoner : konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yang langka atau perselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. Daniel Webster : mendefinisikan konflik sebagai persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain dan keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001). Penyebab...

Analisis dari masalah pertentangan sosial

 Dalam dua bulan terakhir sudah terjadi tiga konflik social yang menelan 15 korban jiwa, ratusan rumah terbakar, dan ribuan warga lainnya mengungsi. Dua diantaranya berlokasi di Lampung dan satu sisanya terjadi di Bireun, Aceh. Tidak menutup kemungkinan konflik-konflik di tempat lain bahkan di tempat yang sama pun akan terjadi Kembali. Terlebih mengingat perangkat hukum tentang konflik social hanyalah UU No. 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial (PKS), yang sesuai Namanya, masih terfokus pada penanganan konflik dan bukan pada pencegahan konflik. Link Video : http://www.politik.lipi.go.id/in/kolom/politik-nasional/757-urgensi-sistem-pencegahan-konflik-sosial-di-indonesia.html