Skip to main content

Pertentangan Sosial

 





Analisis : 


Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengingatkan aparat keamanan untuk tidak lengah menghadapi potensi ancaman terorisme, kriminalitas dan Konflik sosial di tengah pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19. Kesibukan para pemerintah dalam penanganan covid-19 membuka celah bagi datangnya ancaman-ancaman termasuk gangguan keamanan nasional. Menurut saya banyaknya tingkat kejahatan yang terjadi di Indonesia pada saat terjadi wabah covid-19 dikarenakan makin banyak orang pengangguran baik yang baru kehilangan pekerjaan maupun yang tidak, maka dari itu tingkat kejahatan sangat sering terjadi.


Solusi : 


Berikut solusi paling efektif untuk mencegah tindak kriminalitas : 


1.) Tindakan tegas dari apparat hukum

2.) Tidak ada tebang pilih

3.) Menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya

4.) Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan tingkatan ekonomi

5.) Menggerakan roda perekonomian terutama ekonomi kerakyatan

6.) Menjunjung tinggi norma dan agama di masyarakat

7.) Jangan mudah terpancing emosi

8.) Meningkatkan peran serta orang tua

9.) Selektif terhadap budaya asing yang masuk

10.) Menumbuhkan Kerjasama yang solid antara apparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan






Link Artikel : https://www.suara.com/news/2020/05/19/072406/waspada-ancaman-terorisme-dan-aksi-kriminalitas-di-tengah-pandemi?page=all


Comments

Popular posts from this blog

Analisis dari masalah yang terjadi dengan Agama dan Masyarakat

 Polisi ini marahi ketua FPI Sragen yang ingin sweeping Atribut natal di swalayan Mitra Sragen Analisis Video berdurasi 6 menit itu menjelaskan bahwa aksi itu dilakukan karena FPI hanya ingin memastikan bahwa di dalam tempat itu tidak ada orang yang beragama islam memakai atribut Nasrani. Aksi itu dihadang oleh para aparat yang menerima laporan terkait aksi tersebut. Ketua FPI sragen itu mengucapkan kata ( kita hanya memastikan bahwa saudara saya tidak memakai atribut tersebut ). Solusi Menurut saya kita ini NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ), jadi kita tidak mungkin untuk memaksakan kehendak orang lain, dan tentunya kita harus menghormati satu sama lain, karena Indonesia menganut berbagai macam agama dan tentunya tidak hanya satu atau dua macam agama saja, tetapi memang mayoritas agama di Indonesia adalah agama islam, tetapi kita tidak boleh melakukan aksi tersebut. Link video tersebut : https://www.youtube.com/watch?v=EEu8ZHPBDcY Link Blog : https://muhammadzuhdigunadarm...

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar ( Pertentangan Sosial & Integrasi Sosial )

 Rangkuman Pertentangan Sosial Konflik kerap hadir di kehidupan sehari-hari kita, entah antar perorangan, anggota keluarga maupun masyarakat. Istilah “konflik” secara etimologis berasal dari bahasa Latin “con” yang berarti bersama dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Konflik artinya percekcokan, perselisihan dan pertentangan. Sedangkan konflik sosial yaitu pertentangan antar anggota atau masyarakat yang bersifat menyeluruh di kehidupan. Konflik yaitu proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memperhatikan norma dan nilai yang berlaku. Pengertian konflik menurut para ahli :  Stoner : konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yang langka atau perselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. Daniel Webster : mendefinisikan konflik sebagai persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain dan keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001). Penyebab...

Kesamaan Derajat

  Opini :  Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembinaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP menilai penting untuk menyelenggarakan Hari Ibu yang mendorong kaum wanita untuk terlibat di dalam proses pembangunan. Peringatan Hari Ibu di Indonesia diselenggarakan setiap 22 Desember. Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu merujuk pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928, atau selang beberapa pekan usai Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Dukungan kepada kaum wanita ini selaras dengan Sila Kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini mengakui persamaan derajat, kesetaraan hak dan kwajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin, suku, keturunan, agama, kepercayaan, warna kulit, dan status sosial. Solusi :  1.) Bersikap dan bertindak bijak terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain. 2.) Bersikap dan be...